Dalam dunia bisnis menciptakan identitas brand yang kuat sangat penting untuk menonjol di antara para pesaing. Salah satu hal penting dalam membangun identitas brand adalah pemahaman tentang psikologi warna dalam branding. Psikologi warna adalah cabang ilmu yang mempelajari warna sebagai faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
Dalam konteks branding, kehadiran warna dan makna yang terkandung di dalamnya sangatlah penting bagi sebuah brand. Menurut Help Scout, keberadaan warna bisa mempengaruhi keputusan pembeli saat mengunjungi situs web milik suatu brand.
Kita ambil contoh dari beberapa perusahaan besar dengan pilihan warna brandingnya.
Warna merah sering disebut sebagai lambang energi, cinta, semangat, dan hasrat. Perusahaan minuman seperti Red Bull dan Coca Cola memanfaatkan warna ini karena pesan dari produk dan nilai perusahaan mereka dapat disampaikan melalui warna merah.
Warna biru dipercaya dapat rasa kepercayaan, ketenangan, dan kenyamanan. Warna ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang menawarkan jasa yang membutuhkan kepercayaan konsumen. Meta adalah salah satu perusahaan yang menggunakan warna biru untuk branding.
Warna hijau memang identic warna alam. Namun selain itu, warna hijau juga memberi kesan segar, tenang, peduli, dan ramah lingkungan.Warna ini sering digunakan oleh perusahaan yang menekankan nilai ramah lingkungan seperti Starbucks.
Kemudian ada warna hitam yang tidak hanya dipercaya sebagai warna misterius, tapi warna hitam juga dipercaya dapat memberikan kesan mewah di mata orang yang melihatnya. Tak jarang warna hitam digunakan untuk berbagai merek berkelas seperti merek fashion ternama Chanel.
Masih ada banyak warna lain yang memiliki makna mendalam yang bisa digunakan untuk branding sebuah perusahaan. Beberapa perusahaan juga ada yang melakukan branding dengan multicolor seperti google, warna-warni ini diyakini dapat memberikan kesan ceria, positif dan kebebasan, hal ini tentu saja sangat cocok dengan google sebagai search engine yang menampung segala informasi.
Tips memilih warna brand sesuai psikologi warna
Dikutip dari Help Scout. berikut 5 tips yang dapat diikuti dalam memilih warna untuk branding
- Tentukan terlebih dahulu fokus dan tujuan brand Anda
- Gunakan warna yang umumnya digunakan oleh brand dengan niche serupa
- Jangan ragu untuk menggunakan warna netral
- Hindari penggunaan warna yang berlebihan
- Pahami dampak emosional dari setiap warna agar sesuai dengan identitas dan tujuan brand
Sangat penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang psikologi warna ketika merancang Branding sebuah perusahaan atau brand. Pilihan warna yang Anda buat akan membentuk estetika merek Anda dan mendekatkan Anda dengan target audience. Pilihlah warna-warna yang dapat secara efektif menyoroti aspek-aspek kunci dalam bisnis Anda, seperti visi dan misi, serta keunggulan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Tujuannya yang pasti adalah untuk memicu persepsi dan emosi yang sesuai dengan audience yang ditargetkan.
Buat identitas warna yang sesuai untuk brand Anda, mulai dengan membuat logo dengan warna yang menggambarkan nilai brand Anda. Java Creative Media (JCM) menyediakan Layanan Business Logo yang akan menyesuaikan dengan brand identity bisnis Anda. Jika ingin menjalin kerjasama, bisa klik bagian Services Business Logo.




